PSIM Yogyakarta Hadapi Persis Solo Derbi Mataram. Derbi Mataram kembali menyuguhkan pertarungan sengit tapi mandul gol ketika PSIM Yogyakarta menjamu Persis Solo di pekan ke-20 Super League 2025/2026 pada 6 Februari 2026. Bertempat di Stadion Sultan Agung, Bantul, laga ini berakhir imbang 0-0, mengulang hasil putaran pertama musim ini. PSIM, yang bertindak sebagai tuan rumah, gagal memanfaatkan dukungan suporter untuk akhiri puasa kemenangan mereka, sementara Persis Solo puas bawa pulang satu poin dari kandang rival. Pertandingan kick-off pukul 15.30 WIB ini disaksikan ribuan penonton, dengan siaran langsung Indosiar dan live streaming Vidio, menegaskan rivalitas klasik antara dua tim asal Yogyakarta dan Solo yang sarat gengsi. Hasil ini membuat PSIM tertahan di posisi tengah klasemen, sementara Persis tetap kompetitif di papan atas. MAKNA LAGU
Jalannya Pertandingan: PSIM Yogyakarta Hadapi Persis Solo Derbi Mataram
Laga dimulai dengan tempo tinggi sejak peluit pertama dibunyikan wasit Supriyanto. PSIM langsung agresif, mencoba tekanan tinggi untuk kuasai bola. Menit-menit awal, Laskar Mataram punya peluang emas melalui tendangan bebas yang dieksekusi kapten tim, tapi bola masih melebar. Persis tak kalah responsif, balas dengan counter-attack cepat lewat sayap kanan, di mana winger mereka nyaris buka skor tapi digagalkan kiper PSIM.
Babak pertama berlangsung ketat, dengan kedua tim saling jual beli serangan. PSIM unggul penguasaan bola sekitar 55%, tapi finishing mereka buruk. Satu momen krusial di menit ke-23 ketika striker PSIM lolos jebakan offside, tapi tembakannya diblok bek Persis. Persis punya kesempatan di menit ke-35 lewat sundulan dari sepak pojok, tapi kiper PSIM lakukan penyelamatan gemilang. Tak ada gol hingga turun minum, meski kedua tim ciptakan total 8 tembakan, hanya 3 on target.
Masuk babak kedua, intensitas naik. Pelatih PSIM lakukan pergantian untuk tambah daya gedor, masukkan pemain sayap segar. Hasilnya, PSIM dominan di 15 menit pertama, dengan peluang back-to-back: Satu tendangan voli melebar, lain ditepis kiper Persis. Persis balas di menit ke-60 lewat aksi individu gelandang mereka, yang dribel melewati dua bek sebelum tembakannya membentur tiang. Laga semakin panas dengan beberapa pelanggaran keras, wasit keluarkan tiga kartu kuning untuk PSIM dan dua untuk Persis.
Menjelang akhir, kedua tim buang-buang peluang. PSIM punya chance terakhir di injury time lewat umpan silang akurat, tapi sundulan striker mereka masih di atas mistar. Persis juga nyaris curi gol di detik akhir, tapi offside selamatkan PSIM. Skor 0-0 bertahan hingga peluit panjang, mencerminkan pertandingan defensif ketat di mana kedua tim lebih fokus hindari kekalahan daripada ambil risiko.
Performa Pemain Kunci: PSIM Yogyakarta Hadapi Persis Solo Derbi Mataram
Vukasin Vranes menjadi pahlawan bagi PSIM dengan rating 8/10. Bek asing ini solid di lini belakang, memenangkan 8 duel udara dan lakukan blok krusial yang selamatkan tim dari kebobolan. Kiper PSIM juga layak pujian dengan tiga penyelamatan penting, termasuk satu di menit akhir babak pertama. Di lini tengah, kapten PSIM tampil energik dengan passing akurat 85%, meski kurang kontribusi ofensif. Striker utama PSIM, sayangnya, gagal konversi peluang, hanya satu tembakan on target dari empat percobaan.
Di kubu Persis Solo, gelandang tengah mereka jadi motor permainan dengan rating 8/10. Dia kuasai midfield, ciptakan dua peluang besar, dan hampir cetak gol dengan tembakan jarak jauh. Bek sayap Persis efisien di pertahanan, sementara striker mereka kurang tajam, sering terjebak offside. Pelatih Persis puas dengan disiplin tim, meski finishing jadi catatan. Secara keseluruhan, performa kedua tim seimbang, tapi inefisiensi di depan gawang jadi penyebab utama hasil imbang.
Dampak bagi Tim dan Liga
Hasil ini perpanjang puasa kemenangan PSIM menjadi empat laga, menempatkan mereka di posisi ke-10 klasemen dengan 24 poin, terpaut jauh dari zona promosi. Mereka butuh perbaikan cepat di sisa musim untuk hindari degradasi, terutama dengan jadwal padat mendatang. Bagi Persis Solo, satu poin ini pertahankan posisi mereka di urutan keempat dengan 35 poin, masih dalam perburuan gelar. Ini jadi modal bagus jelang laga berikutnya, meski mereka lewatkan kesempatan dekati pemuncak.
Secara liga, Derbi Mataram tanpa gol ini tunjukkan kualitas kompetitif Super League, di mana rivalitas regional tambah warna. Namun, hasil imbang berulang bisa kurangi daya tarik, mendorong kedua tim tingkatkan performa ofensif. Liga Indonesia secara keseluruhan mendapat sorotan positif dari laga ini, dengan penonton penuh dan siaran nasional yang tingkatkan popularitas. Ini juga ingatkan pentingnya pengembangan talenta lokal di tengah dominasi pemain asing.
Kesimpulan
Derbi Mataram antara PSIM Yogyakarta dan Persis Solo berakhir antiklimaks dengan skor 0-0, meski penuh intensitas dan peluang. Kedua tim tunjukkan semangat juang, tapi kegagalan konversi jadi biang kerok. PSIM perlu bangkit dari tren buruk, sementara Persis bisa bangun momentum dari poin tandang. Laga ini bukti rivalitas abadi yang tetap hidupkan sepak bola Indonesia, dan penggemar bisa harap revans lebih seru di musim depan.